Kamis, 03 Oktober 2013

KORUPSI MAKANAN SEHARI-HARI NEGERI INI


Korupsi adalah makanan sehari-hari bagi orang yang mempunyai jabatan resmi yang untuk di persalahgunakan di negeri ini. Meski sebagian besar para koruptor telah sering mengucapkan sumpah-sumpah yang peduli dengan masyarakat kecil dan cinta tanah air, serta itu tidak menjadikan mereka untuk tidak korupsi dan semua janji itu adalah busyit belaka. Korupsi bisa dikatakan perbuatan buruk yang membudaya di negeri ini. Mengapa demikian, karena korupsi itu mengganggu dan berdampak dalam semua segi kehidupan manusia. Dari dampak yang buruk tersebut bisa menjadikan masyarakat kecil kurang akan perlindungan dan kurangnya bantuan yang sangat dibutuhkan oleh mereka.
Korupsi yang muncul di bidang politik bisa berbentuk sepele atau berat dan terorganisasi atau tidak. Walaupun korupsi sering  memudahkan kegiatan kriminal seperti penjualan narkotika, pencucian uang, dan prostitusi, korupsi. Berikut contoh korupsi yang terjadi di Indonesia yang meliputi:
1.Terkuaknya kasus korupsi Nazaruddin dan Angelina Sondakh dalam Kasus Wisma Atlet SEA Games Palembang, dari kasus itu Nazar mengaku bahwa Angie pernah mengaku menerima sejumlah uang di depan Tim Pencari Fakta yang dibentuk Partai Demokrat. Dalam rapat Tim Pencari Fakta yang dihadiri Benny K. Harman, Jafar Hafsah, Edi Sitanggang, Max Sopacua, Ruhut Sitompul, M. Nasir, Angie menerima uang Rp9 miliar dari Kemenpora, sebanyak Rp8 miliar diserahkan kepada Wakil Ketua Banggar DPR, Mirwan Amir. Namun hal itu dibantah oleh Angie.
2.Terkuaknya korupsi dalam pembuatan simulator sim oleh Irjen Djoko Susilo yang merugikan negara Rp196 miliar, pada hari Selasa 3 September Pengadilan Tindak Pidana Korupsi membacakan vonis untuk mantan Kepala Kakorlantas Mabes Polri itu.
3. Terkuaknya kasus korupsi daging import oleh Ahmad Fatonah dan anggota DPR Luthfi Hasan yang KPK mendapatkan informasi dari masyarakat akan ada serah terima uang dan Tim KPK pun bergerak. "Serah terima dilakukan oleh pihak yang diduga menerima proyek itu dengan salah satu orang yang dekat dengan anggota DPR," kata juru bicara KPK Johan Budi dalam jumpa pers di KPK.
4.Dan masih banyak lagi kasus lainnya yang terungkap dan yang belum terungkap.
Adapun perbedaan antara yang dianggap korupsi atau tidak. Sebagai contoh: pendanaan partai politik ada yang legal di satu tempat namun ada juga yang tidak legal di tempat lain.
Bisa dikatakan penyebab korupsi adalah tidak adanya rasa tanggung jawab, penyalahguanaan atau penyelewengan jabatan, pembelian jabatan (uang banyak bisa membeli jabatan), lemahnya hukum di negeri ini untuk menghukum atau menjerat koruptor. Akibat dari korupsi itu adalah lemahnya perekonomian suatu Negara atau Negara Indonesia, meningkatnya kasus kemiskinan, terganggunya system politik dan fungsi pemerintahan, bubarnya masyarakat yang demokrasi. Dari laporan atau artikel di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa korupsi itu sangat merugikan bagi Negara, masyarakat, dan bagi kita semua khususnya bagi orang yang membutuhkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar