Pelanggaran Hak
Asasi Manusia sangat banyak kita jumpai di Negeri tercinta ini yang salah satu
diantaranya adalah Penyadapan, yakni yang booming saat ini adalah Penyadapan
Indonesia yang secara ilegal oleh Australia yang dibantu Amerika Serikat. Tidak
ada salahnya kalau Presiden, dan orang-orang Indonesia marah karena kemarahan
itu dipicu oleh sebuah badan intelegent yang bernamaDefence Signals Directorate
(DSD) yang kini bernama Australian Signals Directorate yang telah menyadap Indonesia.
Dengan
ketidakterimaan masyarakat Indoenesia oleh tindakan Australia, yang
mengakibatkan munculnya berbagai elemen masyarakat untuk berunjuk rasa di depan
Kedutaan Besar Austaralia yang ada di Jakarta. Dengan iniPemerintah Indonesia
memberhentikan kerja sama militer dengan Australia serta Australia juga
memperburuk hubungan bilateral antara keduanya.
Penyadapan Indonesia
tidak membawa dampak buruk bagi kerja sama yang selain urusan politik. Seperti
kerja sama peimport daging sapi yang berasal dari Australia serta orang-orang
Indonesia yang sedang study, bekerja, ataupun jalan-jalan ke Australia tidak
mendapatkan adanya dampak negatif dari penyadapan Australia tersebut. Selain
itu juga orang-orang Australia yang sedang study, jalan-jalan, ataupun kerja di
Indonesia juga tidak mendapatkan perlakuan khusus yang tentang persoalan
penyadapan tersebut.
Australia menguping
Indonesia yang melalui orang-orang penting Indonesia yang sebagai berikut:
1.
Susilo Bambang
Yudhoyono
2.
Kristiani Herawati
3.
Boediono
4.
Yusuf Kalla
5.
Andi Mallarangeng
6.
Hatta Rajasa
7.
Sri Mulyani
Indrawati
8.
Widodo Adi Sucipto
9.
Sofyan Djalil

Tidak ada komentar:
Posting Komentar